Nama : Febiola Victorya NovayantiNPM : 22211765Kelas : 3EB12
Hari kian bergulirSemakin dekat dirimu di hatikuMeskipun tak terucapkanKu merasakan dalamnya cintaku
Reff:
Jangan berhenti mencintaikuMeski mentari berhenti bersinarJangan berubah sedikitpunDi dalam cintamu ku temukan bahagia
Jalan mungkin berlikuTak kan lelah bila di sampingmuSemakin ku mengenalmuJelas terlihat pintu masa depan
Kembali ke Reff
Semoga tiada berhentiBersemi Selamanya
Minggu, 12 Januari 2014
Tulisan 13 : Lirik Lagu Batak || Maria ~ by MARSADA BAND
Nama : Febiola Victorya Novayanti
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12
Nang pe naung muli ho ito hasian.
Nang pe dao ho sian au.
Anggo rohakku sai hot doi tu ho.
Sahat rodi na lao mate au.
Nang pe dao ho sian au.
Anggo rohakku sai hot doi tu ho.
Sahat rodi na lao mate au.
Manghirim au diharorom hasian.
Manghirim au dijanjimi.
Nungnga martaon au paimaima ho.
Surat sabikbik pe so ro.
Manghirim au dijanjimi.
Nungnga martaon au paimaima ho.
Surat sabikbik pe so ro.
Sai holan na marsak au ito.
Sipata sai ro do tu nipikku bohi mi.
Maria, taringot au naung salpui.
Maria, sega nai pikkiran hi marningot ho.
Maria, didia ho.
Sipata sai ro do tu nipikku bohi mi.
Maria, taringot au naung salpui.
Maria, sega nai pikkiran hi marningot ho.
Maria, didia ho.
Manghirim au diharorom hasian.
Manghirim au dijanjimi.
Nungnga martaon au paimaima ho.
Surat sabikbik pe so ro.
Manghirim au dijanjimi.
Nungnga martaon au paimaima ho.
Surat sabikbik pe so ro.
Sai holan na marsak au ito.
Sipata sai ro do tu nipikku bohi mi.
Maria, taringot au naung salpui.
Maria, sega nai pikkiran hi marningot ho.
Maria, didia ho.
Sipata sai ro do tu nipikku bohi mi.
Maria, taringot au naung salpui.
Maria, sega nai pikkiran hi marningot ho.
Maria, didia ho.
Tulisan 12 : Lirik Lagu Batak || Duma ~ by JUDIKA
Nama : Febiola Victorya Novayanti
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12
Di borngin i tarsunggul au ito.
Hu ingot ho haholongan.
So adong be ho dilambungki.
Masiho malungun au.
Hu ingot ho haholongan.
So adong be ho dilambungki.
Masiho malungun au.
Holong na di rohangki tu ho.
Nunga lam bagas di pusu-pusukki.
Tung so ada be na asing ito.
Pangganti holong mi.
O duma, didia ho.
O duma, alusi au ito.
Hu ingot do ito hata na nidok mi.
Ho do ito, ho do na gabe rokkaphi.
O duma, alusi au ito.
Hu ingot do ito hata na nidok mi.
Ho do ito, ho do na gabe rokkaphi.
Holong na di rohangki tu ho.
Nunga lam bagas di pusu-pusukki.
Tung so ada be na asing ito.
Pangganti holong mi.
Nunga lam bagas di pusu-pusukki.
Tung so ada be na asing ito.
Pangganti holong mi.
O duma, didia ho.
O duma, alusi au ito.
Hu ingot do ito hata na nidok mi.
Ho do ito, ho do na gabe rokkaphi.
O duma, alusi au ito.
Hu ingot do ito hata na nidok mi.
Ho do ito, ho do na gabe rokkaphi.
O duma, didia ho.
O duma, alusi au ito.
Hu ingot do ito hata na nidok mi.
Ho do ito, ho do na gabe rokkaphi
O duma, alusi au ito.
Hu ingot do ito hata na nidok mi.
Ho do ito, ho do na gabe rokkaphi
Tulisan 10 : Etika dan Moral Politik vs Penegakan Hukum
Nama : Febiola Victorya N
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12Oleh : Drs. M. Sofyan Lubis, SH.
Dalam praktiknya antara Politik dan Hukum memang sulit dipisahkan, karena setiap suatu rezim yang sedang berkuasa disetiap negara punya “politik hukum” sendiri dalam melaksana konsep tujuan pemerintahannya khususnya yang berhubungan dengan pembangunan dan kebijakan-kebijakan politiknya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Maka jangan heran jika di negeri ini begitu terjadi pergantian Pemerintahan yang diikuti adanya pergantian para Menteri maka aturan dan kebijakan yang dijalankannya juga ikut berganti, dan setiap kebijakan politik harus memerlukan dukungan berupa payung hukum yang merupakan politik hukum dari kekuasaan rezim yang sedang berkuasa agar rezim tersebut memiliki landasan yang sah dari konsep dan strategi politik pembangunan yang dijalankannya. Strategi politik dalam memperjuangkan politik hukum tersebut harus dijalankan dengan mengindahkan etika dan moral politik.
Adapun “Etika Politik” harus dipahami dalam konteks “etika dan moral secara umum”. Bicara tentang “etika dan moral” setidaknya terdiri dari tiga hal, yaitu: pertama, etika dan moral Individual yang lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. Salah satu prinsip yang secara khusus relevan dalam etika individual ini adalah prinsip integrasi pribadi, yang berbicara mengenai perilaku individual tertentu dalam rangka menjaga dan mempertahankan nama baiknya sebagai pribadi yang bermoral. Kedua, etika moral sosial yang mengacu pada kewajiban dan hak, sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya. Tentu saja sebagaimana hakikat manusia yang bersifat ganda, yaitu sebagai makhluk individual dan sosial. Ketiga, etika Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan hubungan antara manusia baik sebagai makhluk individu maupun sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas.
Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Hukum yang keberadaannya merupakan produk dari “keputusan politik” dari politik hukum sebuah rezim yang sedang berkuasa, sehingga tidak bisa dihindarkan dalam proses penegakan hukum secara implisit ‘campur tangan rezim yang berkuasa’ pasti ada. Apalagi system Pemerintahan Indonesia dalam konteks “Trias Politica” penerapannya tidaklah murni, dimana antara Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif keberadaannya tidak berdiri sendiri. Indonesia menjalankan konsep trias politica dalam bentuk ‘sparation of powers’ (pemisahan kekuasaan) bukan ‘division of power’ (pembagian kekuasaan). Dimana tanpak di dalam proses pembuatan undang-undang peran pemerintah begitu dominan menentukan diberlakukannya hukum dan undang-undang di negeri ini.
Kenyataan ini sebenarnya dapat menimbulkan ketidak puasan rakyat dalam proses penegakan hukum di Indonesia apa lagi di sisi lain para politikus di negeri ini kurang memahami dan menghormati “etika politik” saat mereka menjalankan proses demokrasi yang selalu cenderung melanggar hukum dan aturan main yang mereka sepakati sendiri, sehingga tidak berlebihan banyak yang mempertanyakan moral politik dari para politikus bangsa ini. Ekses dari ketidakpuasan rakyat di dalam praktik demokrasi dan penegakan hukum yang terjadi selama ini telah memunculkan fenomena distrust dan disintegrasibangsa yang pada gilirannya mengancam keutuhan NKRI. Tidaklah heran sejak tahun 2001, MPR-RI mengeluarkan Ketetapan MPR RI No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Dimana lahirnya TAP ini, dipengaruhi oleh lemahnya pemahaman terhadap etika berbangsa, bernegara, dan beragama. Munculnya kekahwatiran para wakil rakyat di MPR tersebut terungkap sejak terjadinya krisis multidimensi yang memunculkan ancaman yang serius terhadap persatuan bangsa, dan terjadinya kemunduran pelaksanaan etika kehidupan berbangsa. Hal itu tampak dari konflik sosial yang berkepanjangan, berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam pergaulan sosial, melemahnya kejujuran dan sikap amanah dalam kehidupan berbangsa, pengabaian terhadap ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negeri ini.
Jadi etika politik pada gilirannya punya kontribusi yang kuat bagi baik-tidaknya proses penegakan hukum di negeri ini, apalagi moral para Penegak Hukum yang sudah terlanjur bobrok, maka tidak dapat dipungkiri lengkaplah sudah runyamnya penegakan hukum di negeri tercinta Indonesia.
Maka sebelum terlanjur parah dan tidak tertolong lagi, mau tidak mau kita semua harus segera membangun moral bangsa ini, beri rakyat contoh dan suri teladan yang baik dari para Penguasa, para Politikus, para Tokoh masyarakat dan Agama, bangun system pendidikan dengan mengedepankan pendidikan akhlak dan kepribadian jadi hal yang juga turut menentukan lulus tidaknya para Siswa dan Mahasiswa, tanpa budaya etika dan moral yang dimiliki generasi penerus pada gilirannya Indonesia pasti akan hancur sebagai negara yang berdaulat dan bermartabat, bahkan rakyat akan merasakan nasibnya akan jauh lebih buruk daripada saat-saat rakyat Indonesia dijajah oleh Belanda dahulu.
Sumber : http://www.kantorhukum-lhs.com/1?id=Etika-dan-Moral-Politik-vs-Penegakan-Hukum
Tulisan 9: Hikayat Bunga Kemuning
Nama : Febiola Victorya N
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12Dongeng Hikayat Bunga KemuningDahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anakanaknya. Istri sang raja sudah meninggal dunia ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi diantara mereka. Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning, Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka bebergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya. Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua puteri-puterinya. “Aku hendak pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apakah yang kalian inginkan?� tanya raja. “Aku ingin perhiasan yang mahal,� kata Puteri Jambon. “Aku mau kain sutra yang berkilaukilau,� kata Puteri Jingga. Sembilan anak raja meminta hadiah yang mahal-mahal pada ayahanda mereka. Tetapi lain halnya dengan Puteri Kuning. Ia berpikir sejenak, lalu memegang lengan ayahnya. “Ayah, aku hanya ingin ayah kembali dengan selamat,� katanya. Kakak-kakaknya tertawa dan mencemoohkannya. “Anakku, sungguh baik perkataanmu. Tentu saja aku akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu,� kata sang raja. Tak lama kemudian, raja pun pergi. Selama sang raja pergi, para puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu, pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Daun-daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi. Semula inang pengasuh melarangnya, namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakannya. Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu, tertawa keras-keras. “Lihat tampaknya kita punya pelayan baru,�kata seorang diantaranya. “Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!� ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali acakacakan. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampah-sampah itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning kelelahan. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya. “Kalian ini sungguh keterlaluan. Mestinya ayah tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. Bisanya hanya mengganggu saja!� Kata Puteri Kuning dengan marah. “Sudah ah, aku bosan. Kita mandi di danau saja!� ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri. Begitulah yang terjadi setiap hari, sampai ayah mereka pulang. Ketika sang raja tiba di istana, kesembilan puteri nya masih bermain di danau, sementara Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana. Mengetahui hal itu, raja menjadi sangat sedih. “Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tak mampu memberi apa-apa selain kalung batu hijau ini, bukannya warna kuning kesayanganmu!� kata sang raja. Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. “Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning,� kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. “Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah,� ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning, apalagi menanyakan hadiahnya. Keesokan hari, Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. “Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku, karena aku adalah Puteri Hijau!� katanya dengan perasaan iri. Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu,� sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka. “Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!� kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. Tak lama kemudian, Puteri Kuning muncul. Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Tak disangka, pukulan tersebut menyebabkan Puteri Kuning meninggal. “Astaga! Kita harus menguburnya!� seru Puteri Jingga. Mereka beramai-ramai mengusung Puteri Kuning, lalu menguburnya di taman istana. Puteri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau, karena ia tak menginginkannya lagi. Sewaktu raja mencari Puteri Kuning, tak ada yang tahu kemana puteri itu pergi. Kakak-kakaknya pun diam seribu bahasa. Raja sangat marah. “Hai para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!� teriaknya. Tentu saja tak ada yang bisa menemukannya. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tak ada yang berhasil mencarinya. Raja sangat sedih. “Aku ini ayah yang buruk,� katanya.� Biarlah anak-anakku kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti!� Maka ia pun mengirimkan puteri-puterinya untuk bersekolah di negeri yang jauh. Raja sendiri sering termenung-menung di taman istana, sedih memikirkan Puteri Kuning yang hilang tak berbekas. Suatu hari, tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Sang raja heran melihatnya. “Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama ia Kemuning.!� kata raja dengan senang. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. Bahkan, bunga- bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah, sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Setelah mati pun, Puteri Kuning masih memberikan kebaikan. HIKMAH Hikayat Bunga Kemuning: Kebaikan akan membuahkan hal-hal yang baik, walaupun kejahatan sering kali menghalanginya. Demikianlah Dongeng Hikayat Bunga Kemuning ... Selesai http://play.google.com/store/apps/details?id=com.belangi.dongenganak
Tulisan 8 : Dongeng Legenda Sungai Jodoh
Nama : Febiola Victorya N
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12
Pada suatu masa di pedalaman pulau Batam, ada sebuah desa yang didiami seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang. Pada suatu hari, Mah Bongsu mencuci pakaian majikannya di sebuah sungai. Ular! teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat seekor ulat mendekat. Ternyata ular itu tidak ganas, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan luka di punggungnya. Mah Bongsu
memberanikan diri mengambil ular yang kesakitan itu dan membawanya pulang ke rumah.
memberanikan diri mengambil ular yang kesakitan itu dan membawanya pulang ke rumah.
Mah Bongsu merawat ular tersebut hingga sembuh. Tubuh ular tersebut menjadi sehat dan bertambah besar. Kulit luarnya mengelupas sedikit demi sedikit. Mah Bongsu memungut kulit ular yang terkelupas itu, kemudian dibakarnya. Ajaib, setiap Mah Bongsu membakar kulit ular, timbul asap besar. Jika asap mengarah ke Negeri Singapura, maka tiba-tiba terdapat tumpukan emas berlian dan uang. Jika asapnya mengarah ke negeri Jepang, mengalirlah berbagai alat elektronik buatan Jepang. Dan bila asapnya mengarah ke kota Bandar Lampung, datang berkodi-kodi kain tapis Lampung. Dalam tempo dua, tiga bulan, Mah Bongsu menjadi kaya raya jauh melebihi Mak Piah Majikannya. Kekayaan Mah Bongsu membuat orang bertanya-tanya. Pasti Mah Bongsu memelihara tuyul, kata Mak Piah. Pak Buntal pun menggarisbawahi pernyataan istrinya itu. Bukan memelihara tuyul! Tetapi ia telah mencuri hartaku! Banyak orang menjadi penasaran dan berusaha menyelidiki asal usul harta Mah Bongsu. Untuk menyelidiki asal usul harta Mah Bongsu ternyata tidak mudah. Beberapa dari orang dusun yang penasaran telah menyelidiki berhari-hari namun tidak dapat menemukan rahasianya.
Yang penting sekarang ini, kita tidak dirugikan, kata Mak Ungkai kepada tetangganya. Bahkan Mak Ungkai dan para tetangganya mengucapkan terima kasih kepada Mah Bongsu, sebab Mah Bongsu selalu memberi bantuan mencukupi kehidupan mereka sehari-hari. Selain mereka, Mah Bongsu juga membantu para anak yatim piatu, orang yang sakit dan orang lain yang memang membutuhkan bantuan. Mah Bongsu seorang yang dermawati, sebut mereka.
Mak Piah dan Siti Mayang, anak gadisnya merasa tersaingi. Hampir setiap malam mereka mengintip ke rumah Mah Bongsu. Wah, ada ular sebesar betis? gumam Mak Piah. Dari
kulitnya yang terkelupas dan dibakar bisa mendatangkan harta karun? gumamnya lagi. Hmm, kalau begitu aku juga akan mencari ular sebesar itu, ujar Mak Piah. Mak Piah pun berjalan ke hutan mencari seekor ular. Tak lama, ia pun mendapatkan seekor ular berbisa. Dari ular berbisa ini pasti akan mendatangkan harta karun lebih banyak daripada yang didapat oleh Mah Bongsu, pikir Mak Piah. Ular itu lalu di bawa pulang. Malam harinya ular berbisa itu ditidurkan bersama Siti Mayang. Saya takut! Ular melilit dan menggigitku! teriak Siti Mayang ketakutan. Anakku, jangan takut. Bertahanlah, ular itu akan mendatangkan harta karun, ucap Mak Piah.
kulitnya yang terkelupas dan dibakar bisa mendatangkan harta karun? gumamnya lagi. Hmm, kalau begitu aku juga akan mencari ular sebesar itu, ujar Mak Piah. Mak Piah pun berjalan ke hutan mencari seekor ular. Tak lama, ia pun mendapatkan seekor ular berbisa. Dari ular berbisa ini pasti akan mendatangkan harta karun lebih banyak daripada yang didapat oleh Mah Bongsu, pikir Mak Piah. Ular itu lalu di bawa pulang. Malam harinya ular berbisa itu ditidurkan bersama Siti Mayang. Saya takut! Ular melilit dan menggigitku! teriak Siti Mayang ketakutan. Anakku, jangan takut. Bertahanlah, ular itu akan mendatangkan harta karun, ucap Mak Piah.
Sementara itu, luka ular milik Mah Bongsu sudah sembuh. Mah Bongsu semakin menyayangi ularnya. Saat Mah Bongsu menghidangkan makanan dan minuman untuk ularnya, ia tiba-tiba terkejut. Jangan terkejut. Malam ini antarkan aku ke sungai, tempat pertemuan kita dulu, kata ular yang ternyata pandai berbicara seperti manusia. Mah Bongsu mengantar ular itu ke sungai. Sesampainya di sungai, ular mengutarakan isi hatinya. Mah Bongsu, Aku ingin membalas budi yang setimpal dengan yang telah kau berikan padaku, ungkap ular itu. Aku ingin melamarmu untuk menjadi istriku, lanjutnya. Mah Bongsu semakin terkejut, ia tidak bisa menjawab sepatah katapun. Bahkan ia menjadi bingung. Ular segera menanggalkan kulitnya dan seketika itu juga berubah wujud menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa. Kulit ular sakti itu pun berubah wujud menjadi sebuah gedung yang megah yang terletak di halaman depan pondok Mah bongsu.
Selanjutnya tempat itu diberi nama desa Tiban asal dari kata ketiban, yang artinya kejatuhan keberuntungan atau mendapat kebahagiaan. Akhirnya, Mah Bongsu melangsungkan pernikahan dengan pemuda tampan tersebut. Pesta pun dilangsungkan tiga hari tiga malam. Berbagai macam hiburan ditampilkan. Tamu yang datang tiada henti-hentinya memberikan ucapan selamat.
Dibalik kebahagian Mah Bongsu, keadaan keluarga Mak Piah yang tamak dan loba sedang dirundung duka, karena Siti Mayang, anak gadisnya meninggal dipatuk ular berbisa. Konon, sungai pertemuan Mah Bongsu dengan ular sakti yang berubah wujud menjadi pemuda tampan itu dipercaya sebagai tempat jodoh. Sehingga sungai itu disebut Sungai Jodoh.
HIKMAH: Sikap tamak, serakah akan mengakibatkan kerugian pada diri sendiri. Sedang sikap menerima apa adanya, mau menghargai orang lain dan rela berkorban demi sesama yang membutuhkan, akan berbuah kebahagiaan.
Tulisan 7 : Pengetahuan Tentang Parfum
Nama : Febiola Victorya N
NPM : 22211765
Kelas : 3EB12Dalam berinteraksi dengan orang lain penting untuk kita menjaga agar tubuh tidak mengeluarkan aroma tak sedap. Terutama dengan wanita, mereka sangat sensitif terhadap aroma, dan wanita sangat menyukai pria yang harum karena ini berarti pria tersebut respect terhadap dirinya sendiri. Untuk itulah pada artikel kali ini saya membahas info yang berhubungan dengan fragrance/perfume, sebagai pengetahuan untuk Anda atau untuk me-refresh kembali bagi Anda yang telah mengetahuinya.
Fragrance atau parfum terdiri dari beberapa jenis berdasarkan pada jumlah campuran atau konsentrasi dari minyak dan air. Campuran atau konsentrasi ini mempengaruhi ketahanan aroma parfum. Semakin tinggi konsentrasi suatu parfum, semakin lama aroma tersebut dan semakin sedikit Anda perlu memakainya
- Pure Perfume : Adalah parfum murni, dengan konsentrasi tertinggi di bandingkan yang lainnya. Biasanya kita menyebutnya dengan bibit parfum. Pure perfume jarang sekali di temukan di pasar bebas. Aromanya bisa bertahan lebih dari 6 jam
- Eau de Perfume(EDP) : Jenis kedua yang memiliki konsentrasi lebih sedikit di bandingkan pure perfume. Parfum jenis EDP ini biasanya banyak untuk wanita, jarang yang untuk pria. Harganya biasanya mahal karena konsentrasi minyaknya yang banyak (8-15 %). EDP memiliki ketahanan aroma sekitar 4-6 jam.
- Eau de Toilette(EDT) : Parfum/fragrance untuk pria biasanya adalah jenis ini. Konsentrasi minyaknya sekitar 4-10% , lebih sedikit jika di bandingkan EDP, dan aromanya dapat bertahan 3-4 jam.
- Eau de Cologne: Jenis terakhir ini adalah parfum dengan konsentrasi terendah sekitar 2-5 % , umumnya sering kita temui pada produk -produk pengharum untuk wanita. Aromanya dapat bertahan hingga 3 jam.
Parfum memiliki 3 lapisan aroma berdasarkan tingkat penguapannya, tiap lapisan ini di buat dengan sangat hati-hati oleh para ahli.
- Top Notes: Merupakan lapisan aroma atas, yaitu aroma yang tercium ketika parfum di semprotkan, terdiri dari molekul kecil, ringan yang dapat mudah menguap
- Middle Notes: Lapisan aroma tengah, yaitu aroma yang muncul setelah aroma top notes menguap, biasanya setelah 15 menit sampai 1 jam. Aroma ini akan bertahap menyatu dengan kulit dan semakin lama akan melembut.
- Base Notes: Lapisan aroma dasar yaitu aroma yang lebih kaya dengan molekul terbesar dan yang paling lama penguapannya. Aroma ini akan tercampur dengan aroma middle notes yang menyatu di kulit yang membentuk wangi utama dari suatu parfum.
Aroma lapisan atas dan tengah di pengaruhi oleh aroma lapisan dasar, dan aroma lapisan dasar akan di pengaruhi oleh jenis bahan yang di gunakan pada lapisan tengah.
Sumber : http://fashionpria.com/info/pengetahuan-tentang-parfum-fragrance
Sumber : http://fashionpria.com/info/pengetahuan-tentang-parfum-fragrance
Langganan:
Postingan (Atom)